PERLUKAH SAYA MEREKRUT PEGAWAI & KAPAN ?

Menjawab pertanyaan beberapa member yang masuk ke inbok whatsapp, tentang apakah perlu merekrut pegawai dalam bisnis nya sekarang, kapan kah saat nya merekrut karyawan dalam bisnis saya, berapa gaji yang layak untuk pegawai ?

Disini tulisan saya bisa salah atau kurang dan saya berterima kasih jika ada teman-teman yang mau menambahkan/koreksi demi kebaikan dan kemajuan bersama dalam membangun bisnis.

Setelah selesai membaca tulisan ini jika ada yang mau menambahkan/berdiskusi silakan.

Ok setuju ya ?

Mari kita mulai

Proses bisnis sudah sampai di level mana ?

Untuk yang sudah pernah membaca tulisan saya sebelumnya tentang proses sederhana dalam bisnis itu terdiri dari starting, running & go big.

Misal jika tahap nya baru memulai bisnis tentunya yang paling perlu di perhatikan adalah transaksi, inti nya fokus di menjual dan menghasilkan profit.

karena di tahap ini menghasilkan transaksi adalah nyawanya sebuah bisnis. begitu transaksi sudah terjadi dan setelah di kurangi biaya operasional maka dapatlah hasil akhir (profit)

Kata kuncinya disini transaksi.

Pertanyaan untuk di jawab teman-teman yang berencana untuk merekrut pegawai.

Disini saya menulis dalam kontek bisnis konvesional (offline) dan online ya secara proses bisnisnya “hampir sama”

“Apakah transaksi yang terjadi sudah tidak bisa di handle sendiri sehingga perlu rekrut pegawai ?”

“Seberapa urgentkah sudah harus merekrut pegawai ?”

Disini teman-teman perlu objektif & rasional.

Apakah kebutuhan untuk merekrut pegawai adalah keinginan emosional saja ? atau jangan-jangan Maunya owner jalan-jalan bisnis jalan ? *berani jujur ?

Saya pribadi pernah memulai bisnis dan langsung merekrut pegawai dengan “pengaruh tak sadar” filosofi owner jalan-jalan bisnis jalan tadi, hasilnya bisa di tebak karena waktu itu saya belum belajar ilmunya dan hanya mau enaknya saja

Boro-boro menghasilkan, malah nombok setiap bulan untuk gaji pegawai, dan biaya operasioanal lain nya. transaksi saja tidak rutin/stabil bagaimana mau bicara profit ?

Akhirnya sukses ditutup dengan mengibarkan bendera putih.

Ibarat bayi belajar merangkak dulu, belajar jalan, baru bisa berlari dan itu butuh proses dan waktu yang tidak sedikit. bisnis masih tahap merangkak pelan dan langsung di tinggal karena prinsip bisnis nya owner jalan-jalan bisnis tetap jalan ?

Serius banyak yang punya prinsip begitu, walaupun boleh dan sah-sah saja, setiap orang punya prinsip & pandangan nya sendiri dalam berbisnis. yang ingin saya sampaikan dan tekankan disini adalah ada proses & tahapan nya !

Mereka yang sudah tahap bisa meninggalkan (lebih sedikit terlibat) bisnisnya dan bisnis tetap berjalan adalah mereka yang dalam tahap go big, dan sudah punya SOP,sistem yang berjalan bukan dalam tahap starting.

Sekali lagi saya ingatkan jadilah ojektif dan rasional disini, karena ini bisnis anda.

Catatan keuangan sudah rapi ?

“Mau rekrut pegawai catatan keuangan sudah rapi ?”

“Perbulan sudah menghasilkan berapa transaksi? ”

“Berapa profit yang tercipta ?”

“Keuangan pribadi dan bisnis sudah di pisah ?
atau masih digabung ?”

Paling parahnya jangan-jangan malah sama sekali belum punya catatan keuangan selama berbisnis ?

Kalau yang ini parah, bagaimana mau merekrut pegawai jika catatan keuangan saja tidak punya ?
Bagaimana cara mengitung gaji calon pegawai jika hasil profit perbulan saja hanya berdasarkan “perasaan ghoib” saja (baca: kira-kira)

Bisnis itu harus rasional dan terukur ! salah satunya dengan cara pencatatan keuangan yang rapi. dari sinilah kita bisa memantau & mengecek sebuah bisnis menghasilkan, stagnan atau bertumbuh.

Pertanyaan yang perlu di jawab disini, apakah jumlah profit dalam bisnis saya mampu untuk menghidupi (mengaji) secara layak 1 pegawai, 2,3 dsb pegawai ?

Apa patokan nya ?
berapa angka yang “layak” ?

Mulailah dari jobdesk nya apa, tanggungjawabnya apa ? misal mau gaji fix sebulan, atau mau gaji plus bonus jika target tercapai harus jelas dan di sepakati di awal.

Sekali lagi di perlukan rasional dan objektif disini. proses bisnis masih berdarah-darah (belum menghasilkan) sudah berani rekrut karyawan.

Percaya saja yang anda rekrut adalah masalah baru !

bukan nya membantu & mempermudah bisnis anda malah akan timbul masalah baru.

Modal kerja anda akan tergerus habis untuk pengeluaran membayar gaji pegawai baru tadi.

Coba jawab dengan jujur apakah bisnis yang saya jalankan sekarang ini profitnya mampu untuk menggaji seorang pegawai dengan layak ?

Jika hitungan di atas kertas angka nya “sudah masuk”, transaksi sudah lancar, profit sudah stabil dan berencana ingin mengembangkan (go big) bisnis nya rekrut karyawan adalah wajib.

Ada banyak hal yang bisa di delegasikan untuk dikerjakan dan di hemat dengan mempunyai pegawai sebagai “partner baru” dalam bisnis.

Fokus dan energi bisa untuk hal yang lebih penting lagi. tentu saja jika saya bisa menukar uang saya dengan waktu saya akan melakukan nya (dengan merekrut pegawai,tim dll)

Pepatah mengatakan”

“jika anda ingin berjalan dengan cepat berjalanlah sendiri, tapi jika mau berjalan jauh ajaklah seseorang bersama anda”

Mungkin saja pegawai anda akan menjadi partner terbaik anda untuk membawa bisnis berjalan jauh kedepan ?

Siapa yang tau bukan ?

Bagaimana menurut anda ?

Semoga bermanfaat.